Headlines News :
Home » » WS. Ibrahim : "Kenapa Terjadi Lagi"

WS. Ibrahim : "Kenapa Terjadi Lagi"

Written By Unknown on Minggu, 26 Januari 2014 | 08.28

"KENAPA TERJADI LAGI"

Terkadang aku tak mengerti,
Kenapa bencana terjadi lagi.
Ada yang berduka 
karena bencana merenggut nyawa.
Ada yang menderita, 
karena harta mereka habis porak poranda.
Ada Gunung meletus, 
tiada henti sampai ratusan kali.
Ada Longsor menimpa lahan, 
rumah dan mengubur nyawa.
Ada Udara panas dan topan salju yang melampaui daya tahan manusia.
Ada Banjir lagi, dari yang biasa 
hingga banjir bandang yang menggila, menggerus rumah, harta benda dan merenggut nyawa. 
Okh Tuhan. Kenapa ini terjadi lagi?
Apakah ini murkaMu kepada manusia,
atau manusia yang murka kepada sesama manusia 
dan terus berbuat dosa?
Perang dan permusuhanpun tidak pernah reda. 
Satu berdamai, yang lain bermasalah lagi.
Aduh, kenapa itu terus terjadi.
Apakah ini semua tanda-tanda,
Bahwa bumi ini sudah semakin tua.
Atau Tuhan sedang mencoba daya tahan manusia?


Siapakah yang bisa menahannya atau meminta ampunan kepada Nya 
karena Dialah yang menciptakan dan Dia pulalah yang bisa menahannya, 
supaya manusia bisa insyaf dan merobah sifatnya.
Ya, semua kembali kepada manusia, 
karenar dialah makhluk ciptaan Tuhan yang merubah sendiri kesempurnaannya.
Mungkinlah bencana dan masalah
tidak terjadi lagi? 
Dan kesusahan, kedukaan, kesedihan tidak datang lagi?
Semoga kesadaran mengendalikan diri, 
Semoga kesadaran uuntuk mengevaluasi diri,
Semoga kesadaran untuk merubah yang jelek menjadi baik,
Semoga kesadaran untuk hidup berdampingan, 
saling berdamai dan tidak menimbulkan masalah dan amarah Tuhan, 
Bisa membuat bencana itu tidak datang lagi.
Tuhan, ampunilah dosa para hambamu, 
yang mendambakan keselamatan, kemurahan dan pengampunan dariMu.


Karya: WS Ibrahim,
Puisi ke 33 utk Breaking News.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved