Semarang, infobreakingnews - Jaringan telepon seluler di di beberapa daerah yang dilanda Banjir sempat terganggu. Hal itu terjadi karena sejumlah BTS terendam banjir sehingga tidak teraliri listrik.
Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Yetty Kusumawati mengatakan pihaknya berusaha mengembalikan sinyal telepon seluler dengan memberikan genset serta perahu karet di site BTS yang terendam air.
"Peran serta TERRA (Telkomsel Emergency Respon Recovery Activity) yang terdiri dari tim organik karyawan Telkomsel sigap untuk melakukan instalasi penggantian genset dan perangkat-perangkat di site Telkomsel yang terendam banjir," kata Yetty, Sabtu (25/1/2014).
Saat ini jaringan komunikasi sudah mulai normal. Sebelumnya, lanjut Yetty, fasilitas telepon gratis juga disiapkan untuk pengungsi di desa Banjarsasi (Kecamatan Gabus, Pati), Desa Dorokandang (Kecamatan Juwana, Pati), GOR Werguwetan (Kudus), Gedung Grahamustika (Kudus), serta beberapa posko lainnya yang tersebar di wilayah Kudus dan Pati.
"Kami juga berikan bantuan berupa makanan cepat saji, air mineral, mie instant, biskuit, obat-obatan, selimut, tikar, perlengkapan untuk kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, dan lain sebagainya," imbuh Yetty.
Hingga saat ini wilayah Jepara, Kudus, dan Pati masih terendam banjir. puluhan ribu orang mengungsi dan membutuhkan bantuan-bantuan berupa bahan pokok.
Sementara itu Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meninjau lokasi banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. JK, begitu ia biasa disapa, datang didampingi anggota-anggota PMI dan juga Bupati Pati Hariyanto.
JK tiba di Pati sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (25/1/2014). Ia langsung terbang menuju lokasi banjir dengan menggunakan helikopter Bell 412 milik TNI AD.
JK langsung mendengarkan keluhan warga dan mengecek langsung terkait permasalahan di lokasi banjir. Warga pun terlihat tidak canggung untuk berkeluh kesah pada Wakil Presiden 2004-2009 itu.
JK menyimpulkan bahwa warga perlu dibantu selain untuk kebutuhan mereka saat banjir, juga pasca banjir. JK mengingatkan pada pemerintah untuk melakukan penanganan pasca banjir.
"Pemerintah juga harus bantu warga pasca banjir, karena sawah habis, tambak habis. Kalau pemerintah tidak bantu, kasihan warga nanti makan apa. Itukan mata pencaharian mereka di sini," ujar JK dalam rilis yang diterima, Sabtu (25/1/2014).
Dalam kesempatan tersebut JK juga menginstruksikan anggota PMI di sana untuk siap membantu mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir. Selain itu, PMI juga sudah membagikan 5.000 paket bantuan pangan untuk para korban banjir.
"PMI bantu makanan, selimut, kesehatan dan juga penampungan," ucap JK dengan JK juga meminjamkan dua helikopter milik PMI untuk keperluan korban banjir di daerah tersebut. Menurutnya, dua helikopter tersebut akan digunakan untuk mengakses daerah-daerah yang aksesnya terputus sehingga bisa dijangkau melalui jalur udara.
JK rencananya juga akan meninjau lokasi banjir lainnya di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Kudus.
"Saya serahkan pengoperasian dua helikopter PMI ini pada Pak Bupati, agar daerah yang aksesnya terputus bisa segera dibantu," ungkap JK.***Andi Adrianto.
.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !