"KEJAHATAN ATAU BENCANA"
Haduh, menjengkelkan.
Aku tidak bisa pergi.
Tugasku terlantar lagi,
karena tiket pesawat yang sudah aku pesan,
tidak bisa berangkat lagi.
Dulu gara-gara abu gunung meletus,
Ada juga gara-gara landasan pacu kebanjiran air,
Sekrang gara-gara kabut asap.
Benarkah ini bencana alam
atau ada manusia serakah yang mau membakar hutan untuk tanaman?
Hehehe, sama jahatnya kata si Amir.
Kok bisa?
Mana mungkin ada unsur kejahatan.
Itu kan bencana alam.
Ekh, siapa bilang bukan kejahatan.
Tahu ga kamu,
bahwa di balik bencana itu, ada orang yang mau berbuat kejahatan?
Hehehe, itu tahunya belakangan.
Itu juga, kalau bukan karena Tuhan, tidak ketahuan.
Tapi kalau bakar hutan untuk tanaman,
itu kan dari awal sudah ada rencana kejahatan.
Akh kamu. Yang penting sekarang nikh.
Sudah dua kali, aku jadi korban bencana,
menumpuk kerjaku karena tugas yang tertunda.
Hehehe, kan enak ada alasan.
Itu katamu. Aku punya moral untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku.
Hehhh, jarang ada orang seperti kamu,
punya moral di jaman seperti sekarang ini.
Jaman sekarang, orang mau enak, kurang tanggung jawab, dan kerjanya ringan.
Yang lebih heibat, jika ada alasan untuk santai dan tidak peduli.
wauw lebih enak lagi.
Itu kan bukan maunya aku. Hehehe.
Akh, dasar kamu, memang selalu punya alasan yang merugikan.
Dasar pikiran penjahat.
Itu korupsi waktu dan korupsi jabatan yang merugikan.
Sudahlah, kejahatan kan enak.
Ga percaya?! Tanya tukh sama semua orang.
Ya, kata pengikut setan.
Okh, masih ada setan tokh? Dimana tempatnya?!
Itu, tukh. Dikepala kamu.
Hehehe, memang susah membedakan,
mana kebenaran dan mana kejahatn
Karena dua-duanya berhimpitan.
Karya: WS Ibrahim.
Puisi ke 52, utk Info Breaking News.
Dibuat diantara kemacetan jalan.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !