"MASIHKAH HIDUPKU BERARTI"
Semua sibuk bekerja,
aku hanya tertawa.
Akh, buat apa harus capai,
masih ada uang,
walau tidak seberapa.
Hasil pembrianpun masih ada.
Untuk apa harus capai lagi.
He he he. Kata hatiku sambil tertawa.
Memangnya hidup bisa untuk seribu tahun.
Hidup harus dinikmati.
Walau orang lain menganggap itu tidak berarti.
Untuk apa diperdebatkan,
salah dan benar itu kan kata orang yang ber Tuhan.
Akh, untuk si Roy, salahpun tidak apa-apa,
kan semua tetap ada dan tidak tahu apa jawabnya.
Horeeeee, teriak si Wahyu.
Kalau begitu, mulai besok aku akan berbuat salah,
karena berbuat salah tidak apa-apa.
He he he, dasar si pemalas,
ada saja alasannya.
Ya, diam saja dirumah,
Tidak apa-apa, kan sudah ada segalanya,
Untuk apa bekerja,
duduk melamun saja, pendapatan sudah ada.
Memang sulit mengartikan kehidupan,
Yang rajin dan benar dianggap salah.
Yang salah dianggap benar.
Okh, itulah kehidupan.
Sampai kapankah kehidupan bisa seperti itu?
Ya, kehidupan bukan apa katanya,
tapi suatu karya nyata
yang harus jelas buktinya.
Mungkinkah hidupku masih berarti?
Suatu pertanyaan yang menantang,
Tapi sulit jawabnya.
Karya: WS Ibrahim,
Puisi ke 51, utk Info Breaking News.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !