Headlines News :
Home » » Istilah Bahasa Asing Jauh Tersingkir Dari Jokowi

Istilah Bahasa Asing Jauh Tersingkir Dari Jokowi

Written By Infobreakingnews on Selasa, 28 Oktober 2014 | 09.00

Jakarta, infobreakingnews - Berpakaian sederhana yang umum dipakai orang seperti kemeja putih atau batik, bahkan disertai dengan sepatu kets yang produk dalam negeri, lalu terakhir yang paling bernilai kebangsaan adalah dimulainya Joko Widodo serta jajaran menterinya yang tidak lagi memperdengarkan istilah bahasa asing dalam keseharian, menjadikan warna Indonesia menjadi paling orsinil dimasa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Padahal sebelumnya dimasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) istilah bahasa Inggris kerap terdengar baik dalam sambutannya di rapat terbatas maupun sidang kabinet.
SBY kerap menggunakan terminologi bahasa asing, baik dalam bidang hubungan internasional, ekonomi hingga pertahanan. Begitupun ketika memberikan keterangan pers, presiden ke-6 itu jamak menggunakan istilah asing.
Namun gaya tersebut sepertinya tidak diteruskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggantikannya. Dalam sidang kabinet perdana yang dipimpin Jokowi di kantor presiden, Senin (27/10), tak satu pun mantan gubernur DKI Jakarta itu menyelipkan istilah asing. Kalimat-kalimatnya pun cukup singkat.
Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan tiga arahan kepada para menteri. Poinnya adalah 34 menteri yang dipilihnya harus bisa menyukseskan visi misi presiden. Jokowi tak mau ada visi kementerian maupun ego sektoral.
Namun tampaknya bukan berarti Jokowi tak paham berbahasa asing. Buktinya saat menerima tamu-tamu negara di awal pelantikannya, presiden tersebut tak canggung berkomunikasi tanpa harus meminta bantuan penerjemah yang disiapkan mendampinginya.
“Ego sektoral harus dihentikan dan kita harus mulai dengan sebuah tradisi baru untuk bekerja lintas sektor,” kata Jokowi kepada menteri-menterinya.
Bahkan menurut beberapa staf terdekat Jokowi menyebutkan bahwa sesungguhnya kemampuan bahasa Inggris Jokowi sangat baik, bahkan mungkin lebih baik dari kemampuan SBY, namun hal itu tak menjadikan suami Iriana ini menjadi latah suka menggunakan istilah asing. 
Tampaknya Presiden Joko Widodo ingin menciptakan kultur Indonesia yang sejati guna menggali semua kekayaan alam,laut dan lainnya hanya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia yang sesungguhnya sampai saat ini masih terlalu banyak yang melarat miskin bahkan tidak tersentuh dengan program pembangunan pemerintah pusat apalagi daerahnya sendiri. Itulah sebabnya mengapa hati rakyat sangat dekat dengan derap langkah Presiden Joko Widodo.
Terlalu banyak perubahan yang menunjukan kesederhanaan yang sesuai dengan tuntutan keadaan, terbukti baru kali ini terjadi pada Paspamres dapat menggunakan sepatu kets dalam bekerja. Dan dipastikan akan sangat banyak perubahan yang terjadi selama pemerintahan sang Presiden ke 7 RI yang fenomenal ini. *** Emil F Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved