![]() |
Jakarta, Info Breaking News - Terkait kejadian
beberapa peserta wisata ziarah terkendala masuk ke negara Israel dengan
keberangkatan bulan Oktober 2018, manajemen PT. Hidup Makmur Terencana (HMT
Tour and Travel) pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada
para peserta wisata.
Ini dilakukan, karena pihak manajemen tidak ingin
mengecewakan para peserta dan pelayanan terbaik kepada konsumen adalah
prioritas utama bagi perusahaan yang sudah berdiri selama 9 tahun ini.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena
selama 9 tahun berdiri dan sudah memberangkatkan hampir 15.000 orang peserta
ziarah ke Holyland, PT. HMT belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Lewat
kejadian ini menjadi perhatian khusus kami untuk perbaikan yang lebih baik lagi
di kemudian hari,” kata Direktur Utama PT. HMT Tours and Travel, Ronny Benyamin
Tambayong kepada Info Breaking News, Senin (5/11/2018).
"Seluruh peserta ziarah yang terkendala
masuk ini juga sudah ditangani dengan sangat baik oleh TIM HMT selama berada di
Mesir dan Jordan. Mereka diberikan pelayanan maksimal serta diberikan
bonus itinerary tambahan selama di Mesir dan Jordan" tambah
Ronny.
Melalui Tim Legal PT. HMT Andre Victor, S.H., M.H. dan
Mohammad Hasan, S.H., pihak manajemen juga memberikan klarifikasi terkait
ketidaknyamanan tersebut.
Salah satunya disebutkan bahwa HMT telah memproses dan
mengurus semua pengajuan visa Israel untuk keberangkatan Oktober 2018 ini
sesuai ketentuan yang berlaku di Israel melalui partnernya yang berada di
Israel, dalam hal ini The Land Tours (TLT).
“Kami informasikan bahwa HMT bekerja dengan sangat
baik dan menyajikan semuanya tepat waktu untuk mendapatkan visa,” kata pihak
TLT dalam suratnya kepada PT. HMT terkait visa tersebut.
Tak hanya itu, pihak TLT juga sudah mendapatkan
approval Letter (Surat Persetujuan) masuk ke Israel untuk seluruh group HMT
bulan Oktober 2018 dari pejabat berwenang di Ministry Israel. Namun ternyata
terjadi di lapangan, terdapat miss-administrasi antara pihak TLT dengan
Ministry Israel yang menyebabkan group HMT bulan Oktober ini terkendala masuk
ke Israel.
Untuk itu sebagai bentuk pertanggungjawaban, dalam
surat klarifikasinya pihak TLT bersedia memberangkatkan kembali seluruh peserta
wisata ziarah Oktober 2018 ini melalui HMT Tours & Travel pada Januari,
Februari atau Maret 2019 mendatang, sesuai tanggal yang diminta peserta.
Adapun untuk semua biaya keberangkatan akan ditanggung
pihak TLT sehingga lagi tidak dibebankan kepada para peserta ziarah. Sedangkan
untuk group keberangkatan HMT pada bulan November 2018 dan seterusnya, pihak
manajemen akan tetap memberangkatkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan dan
tidak ada kendala untuk masuk ke Israel.
Sementara, pihak TLT sendiri dalam suratnya kepada PT.
HMT mengakui bahwa hal ini bukanlah kesalahan di pihak HMT tetapi masalah
internal di Israel, di samping untuk aplikasi visa di kantor Israel. Di Israel,
TLT berkolaborasi dengan HMT dan mereka sudah menerapkan visa untuk semua group
pada Oktober 2018 oleh sistem.
“Tetapi pada saat ini di Israel, ini masalah teknis
dan sistem, dan yang menentukan group-group tersebut akan menerima izin khusus
dari otorisasi pelayanan resmi,” kata Eduardo Yosef, Silvera Incoming
Departement TLT dalam keterangannya.
Dalam suratnya Eduardo juga menerangkan pihaknya telah
menerima surat persetujuan dari Kementerian berwenang sehingga semua group HMT
bulan Oktober dapat memasuki Israel. Surat persetujuan ini juga berlaku sebagai
jaminan bagi grup untuk masuk ke Israel pada bulan Oktober 2018.
Namun pada 25 Oktober 2018, kata Eduardo, tanpa
diketahui TLT dan HMT, Kementerian membatalkan surat persetujuan tanpa alasan
yang jelas dan kemungkinan ada masalah tehnis/administrasi yang terjadi .
Inilah alasan mengapa group itu terkendala bisa masuk Israel.
“Saat ini kami terus mengurus dan berkoordinasi
dengan pihak terkait guna mengetahui titik permasalahannya ,” kata Eduardo
Yosef.
Untuk itu ia menegaskan, TLT dan HMT bukan yang utama
dalam situasi ini. Namun keduanya bersama-sama akan memikul tanggungjawab bahwa
setiap turis yang tidak dapat masuk ke Israel tahun ini dapat melakukannya
tahun depan, tanpa biaya.
“Kami di TLT akan menanggung biaya terestrial sesuai
dengan nama dan nama keluarga dari setiap penumpang yang terkena dampak selama
bulan Oktober ini,” tuturnya.
Tanggal 2 November 2018 2 group HMT berjumlah 83 orang
sudah kembali masuk ke Israel dan berziarah. Semua group HMT bulan
November 2018 sudah bisa masuk ke Israel tanpa halangan. ***Philipus



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !