Headlines News :
Home » » Pemadaman Bergilir Ganggu Ekonomi Warga, Puan Minta PLN Lakukan Evaluasi Besar

Pemadaman Bergilir Ganggu Ekonomi Warga, Puan Minta PLN Lakukan Evaluasi Besar

Written By Info Breaking News on Selasa, 23 Juni 2026 | 04.36


Jakarta, Info Breaking News
- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta PT PLN (Persero) melakukan mitigasi terhadap dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Selain itu, Puan juga mendorong PLN menjelaskan secara terbuka penyebab pemadaman berkepanjangan yang dinilai telah mengganggu aktivitas dan produktivitas masyarakat.

Puan mengatakan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.


"Saya sudah mencatat adanya pemadaman bergilir di sejumlah daerah di Pulau Jawa karena gangguan pasokan batu bara dan gangguan teknis pada PLTU. Hal ini tentunya menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang terdampak," kata Puan dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).


Diketahui, PLN sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait pemadaman bergilir tersebut. Perusahaan menyebut gangguan pasokan batu bara berkalori menengah (medium range coal) serta kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar milik mitra swasta menjadi penyebab terganggunya sistem kelistrikan.


Di tengah kondisi itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga telah menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan perkembangan situasi. PLN menyatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini mulai membaik sehingga pemadaman bertahap mulai dapat dikurangi.


Puan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan PLN dalam memulihkan pasokan listrik serta kerja petugas di lapangan.


"Saya mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memulihkan pasokan listrik dan meminimalisir pemadaman bergilir, serta para petugas lapangan yang bekerja untuk mengembalikan stabilitas sistem kelistrikan," ucapnya.


Meski demikian, ia menegaskan pemulihan pasokan listrik tidak boleh menghentikan proses evaluasi terhadap akar masalah yang menyebabkan gangguan tersebut.


"Akar masalah penyebab gangguan yang berdampak luas bagi masyarakat, harus diketahui secara transparan," tegas Puan.


Ia juga meminta PLN memitigasi dampak yang dirasakan masyarakat, terutama sektor yang paling terdampak seperti UMKM, industri, rumah sakit, dan pelayanan publik.


"Saya juga mengimbau agar PLN dapat memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir dan melindungi kepentingan masyarakat yang terdampak langsung. Mulai dari UMKM, industri, rumah sakit, dan sektor pelayanan publik," imbuhnya.


Puan menilai dampak pemadaman listrik tidak hanya sebatas terhentinya pasokan energi, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan keberlangsungan ekonomi keluarga. Berbagai keluhan masyarakat di media massa dan media sosial menunjukkan dampak yang luas, mulai dari pedagang yang kehilangan penghasilan, usaha rumahan yang merugi, hingga aktivitas rumah tangga yang terganggu.


"Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek produktivitas masyarakat dan keberlangsungan ekonomi keluarga," tutur Puan.


Lebih lanjut, Puan menilai insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi tata kelola energi nasional agar persoalan serupa tidak terulang.


"Insiden ini harus menjadi pelajaran untuk memperkuat tata kelola sektor energi nasional. Ketahanan energi merupakan pondasi penting bagi investasi, industri, dan pelayanan publik," ungkapnya.


Ia berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar pelayanan publik dapat berjalan lebih baik dan tidak semakin membebani masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.


"Dampak pada ekonomi kerakyatan harus menjadi perhatian dalam sektor pelayanan publik. Untuk itu, kami berharap ada evaluasi besar-besaran dari persoalan pemadaman listrik bergilir ini agar ke depan jangan sampai terjadi lagi," tandasnya. ***MIL

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved