Headlines News :
Home » » Dipanggil Lagi Soal Petral, Sudirman Said Singgung Praktik Mafia Migas yang Tak Tuntas

Dipanggil Lagi Soal Petral, Sudirman Said Singgung Praktik Mafia Migas yang Tak Tuntas

Written By Info Breaking News on Jumat, 17 Juli 2026 | 10.54


Jakarta, Info Breaking News
- Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kembali memenuhi panggilan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung di Jakarta, Jumat (17/7/2026). 

Kehadirannya untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi yang berkaitan dengan Pertamina Energy Trading Limited (Petral).


Sudirman mengatakan dirinya datang setelah menerima undangan resmi dari penyidik dan menyebut pemeriksaan tersebut masih berkaitan dengan perkara Petral yang tengah didalami Kejaksaan Agung.


"Undangan untuk memberikan keterangan. Kelihatannya masih urusan sama Petral," kata Sudirman di Gedung Kejagung.


Sudirman menegaskan bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi dan bukan kali pertama dimintai keterangan dalam perkara tersebut.


Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, ia juga menjalani pemeriksaan terkait kasus yang sama. Dalam pemeriksaan saat itu, penyidik mendalami pengalaman dan perannya ketika menjabat sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina periode 2008-2009 serta Menteri ESDM periode 2014-2016.


Soroti Upaya Membenahi Mafia Migas


Meski enggan merinci materi pemeriksaan, Sudirman mengaku menjelaskan berbagai langkah yang pernah dilakukannya untuk membenahi tata kelola sektor energi nasional, termasuk memberantas praktik yang selama ini dikenal sebagai mafia minyak dan gas (migas).


Menurutnya, ia telah dua kali mendapat mandat negara untuk memperbaiki sistem rantai pasok energi, namun upaya tersebut tidak berjalan hingga tuntas karena berbagai hambatan.


"Secara umum saya menjelaskan begini. Dua kali saya mendapat tugas dari negara untuk beberes supply chain, beberes sektor energi, yang publik mengenalnya sebagai membenahi masalah-masalah dengan mafia migas. Namun, dua kali pula saya mengalami hambatan," ujar Sudirman.


Ia menjelaskan, saat memimpin unit ISC di Pertamina, program pembenahan terhenti setelah terjadi pergantian direksi yang berujung pada dibubarkannya unit tersebut.


"Akibat unit itu dilumpuhkan, maka terjadi praktik-praktik seperti yang kalian saksikan sekarang," lanjutnya.


Pembenahan Saat Menjadi Menteri Belum Rampung


Sudirman mengatakan upaya serupa kembali dilakukannya ketika dipercaya menjadi Menteri ESDM. Namun, masa jabatannya yang kurang dari dua tahun membuat sejumlah agenda reformasi sektor energi belum sempat diselesaikan.


"Ketika saya menjadi Menteri ESDM juga meneruskan apa yang tidak selesai pada waktu di Pertamina. Belum lama saya menata-nata, kebetulan saya lulus dipercepat. Jadi berhenti sebagai menteri dalam waktu kurang dari dua tahun," ungkapnya.


Ia menilai sejumlah persoalan yang kini mencuat merupakan dampak dari proses pembenahan yang tidak sempat diselesaikan secara menyeluruh.


Pemeriksaan terhadap Sudirman Said merupakan bagian dari rangkaian penyidikan dugaan korupsi yang berkaitan dengan Petral. Hingga kini, Kejaksaan Agung masih mengumpulkan berbagai keterangan dan informasi dari sejumlah saksi untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi tersebut. ***Felix


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved