Washington DC, Info Breaking News - Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, menyatakan pihaknya telah memulai penyelidikan terhadap Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait dugaan korupsi dan praktik quid pro quo dengan pemerintahan Presiden Donald Trump. Penyelidikan akan menyoroti dugaan adanya perlakuan istimewa yang diterima FIFA sebagai imbalan atas hubungan dekat dengan pemerintah AS.
Dalam surat yang dikirim kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, Raskin menilai dugaan kerja sama tersebut berpotensi memengaruhi penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi yang melibatkan FIFA.
"Praktik quid pro quo terbaru yang diatur oleh FIFA dan Presiden Trump bukanlah kejahatan tanpa korban," kata Raskin.
Raskin menduga FIFA memanfaatkan kedekatannya dengan pemerintahan Trump untuk memperoleh keuntungan, termasuk dugaan penghentian penanganan sejumlah kasus korupsi serta penerapan praktik penjualan tiket Piala Dunia yang dinilai merugikan konsumen, seperti kenaikan harga, sistem harga dinamis, dan perubahan kelas kursi setelah pembelian.
Penyelidikan juga akan mengkaji tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan Infantino, termasuk dugaan pelemahan mekanisme pengawasan etika internal.
Selain itu, Raskin menyoroti dugaan penghentian penuntutan kasus korupsi FIFA oleh pemerintahan Trump, meski sebelumnya Departemen Kehakiman AS telah mengungkap skandal suap internasional senilai lebih dari US$200 juta yang melibatkan terdakwa dari lebih dari 20 negara.
Sebagai bagian dari penyelidikan, Raskin berencana meminta dokumen terkait dugaan pemberian hadiah atau keuntungan kepada Trump dan pihak-pihak terkait, catatan komunikasi antara FIFA dan pejabat pemerintah AS, hingga data pengunjung kantor FIFA di Trump Tower, New York. Ia juga meminta Gianni Infantino hadir memberikan keterangan di hadapan Komite Kehakiman DPR AS. ***Nadya



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !