Headlines News :
Home » » Modus Pengobatan Bekam Berujung Kasus, Pimpinan Ponpes Ditetapkan Tersangka

Modus Pengobatan Bekam Berujung Kasus, Pimpinan Ponpes Ditetapkan Tersangka

Written By Info Breaking News on Kamis, 02 Juli 2026 | 13.13


Bogor, Info Breaking News
– Polisi menetapkan pimpinan pondok pesantren berinisial N alias Buya di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati. Polisi menyebut pelaku diduga menggunakan modus pengobatan bekam untuk mendekati korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula pada November 2024 saat pelaku mengajar kitab kuning kepada korban di teras rumah. Setelah korban mengeluhkan kondisi fisiknya, pelaku diduga menawarkan pengobatan bekam.


"Selanjutnya, N menawarkan untuk membekam bagian tubuh korban yang masih sakit akibat pernah terjatuh," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).


Polisi menyebut korban sempat merasa takut dan terkejut atas perlakuan yang dialaminya sehingga tidak langsung menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.


"Korban merasa takut dan terkejut atas perlakuan yang korban alami dari orang yang sangat korban hormati di Pondok Pesantren Al Aimmatul Arbaah," kata Hendra.


Polisi telah menetapkan N sebagai tersangka dan kini yang bersangkutan ditahan di Polsek Bojonggede.


Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan anak pelaku berinisial S. Hingga kini, status S masih sebagai saksi.


"Belum, belum. Masih saksi, tapi masih proses," ujar Kanit PPA Polres Metro Depok AKP Tamar Bekti.


Penyidik menyebut saat ini terdapat tiga korban yang telah membuat laporan polisi pada 9 Juni 2026. Dugaan tindakan tersebut dilaporkan terjadi sejak 2019 di lingkungan pondok pesantren.


Selain N, korban lain juga melaporkan S yang diduga melakukan pelecehan terhadap santriwati sejak 2024. Dugaan kasus itu kemudian berkembang setelah para korban mulai saling bertukar informasi.


Polisi menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain. ***MIL


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved