Headlines News :
Home » » Proyek Pertamina Sobat Bumi, Membohongi Petani

Proyek Pertamina Sobat Bumi, Membohongi Petani

Written By Unknown on Selasa, 09 Juli 2013 | 02.23

Ditengah derita dari efek domino kenaikan harga BBM, kini rakyat kecil kembali menjadi korban Pertamina. Pertamina yang gencar berkampanye melalui Program Pertamina Sobat Bumi dengan menyalurkan dana CSR melalui Pertamina Foundation melakukan  gerakan penanaman pohon. Setelah pohon tertanam ribuan bahkan jutaan pohon oleh petani kini Pertamina ingkar dan zdalim kepada petani.


Jakarta, infobreakingnews - Tidak tanggung-tanggung Pertamina menargetkan dapat penghargaan dari MURI dalam program Pertamina Sobat Bumi dengan menabung 100 juta pohon. Dari aspek ekonomi, program ini dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian relawan menabung pohon, meningkatkan perekonomian petani penggarap, meningkatkan perekonomian pemilik lahan dan meningkatkan perekonomian desa.
Niat baik ini tentunya sangat disambut baik dan didukung oleh rakyat Indonesia yang sebagian besar sebagai petani. Untuk menjalankan program ini, Pertamina menggandeng Gerakan Nusantara Hijau (GNH) sebagai LSM yang bergerak di bidang penanaman pohon di wilayah Cicalengka Kabupaten Bandung.

“Kami pada prinsipnya berkewajiban menjalankan seluruh aktifitas menabung pohon mulai dari perencanaan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, produksi, pengembangan, pemanenan dan supervisi/pengawasan serta melaksanakan bagi hasil, demikian ditegaskan Wawan Setiawan selaku Ketua Umum Gerakan Nusantara Hijau (GNH).

GNH dengan Pertamina melalui Pertamina Foundation melakukan Perjanjian Kerjasama Penanaman 750 ribu pohon pada bulan Februari 2012. Disepakati dana yang diberikan Pertamina satu pohon sebesar Rp. 8.500 dengan kompensasi Pertamina mendapat bagi hasil 5% dari harga pohon pada saat panen. Namun, setelah penanaman dilakukan dan data faktual disampaikan untuk menagih dana yang dijanjikan, pihak Pertamina ingkar dengan mengiming-imingi untuk melanjutkan kontrak dengan melakukan penanaman yang lebih besar sebanyak 8 juta pohon.

“Namun harganya per pohon tidak lagi Rp. 8.500 melainkan diturunkan menjadi Rp. 2.000 per pohon. Kami menerima ini semata-mata karena faktor jumlah yang pohon lebih besar, sehingga banyak petani yang merasakannya,” papar Wawan.

Sekedar perbandingan, untuk biaya per pohon berdasarkan penelusuran wartawan dari pihak swasta yang membudidayakan jabon mencapai Rp. 65.000 per pohon. Sementara PT BUMN Hijau Lestari 1  biaya  per pohon mencapai Rp. 56.000, harga PT BUMN Hijau Lestari 2 relatif lebih murah, sekitar Rp. 20.000 per pohon.

Sementara di daerah Konawe Selatan Sulawesi Tenggara melalui perjanjian program menabung 400.000 pohon antara Pertamina Foundation dengan Jaringan Untuk Hutan (JAUH) dengan Nomor Kontrak : 013/PF-DIR/SP/XII/2012 tertanggal 28 Desember 2011 yang dibentuk melalui adopsi konsep ecopreneur dari Cicalengka Bandung (cikal bakal berdirinya GNH) dihargai jauh lebih mahal yaitu Rp. 17.500 per pohon.

Sangat berbeda jauh dengan harga yang diberikan ke GNH yang hanya Rp.8.500 per pohon dan itu pun petani dikhianati, dengan alasan untuk memperpanjang kontrak, lalu harganya diturunkan sampai Rp. 2.000 per pohon. Hingga saat ini, petani belum mendapat hak sepenunya sebagaimana yang dijanjikan.

Yang harus diusut, kenapa jumlah biaya program CSR ini begitu timpang, padahal satu batang pohon pun turut diklaim sebagai kesuksesan Pertamina dalam sumbangsih nya terhadap pelestarian lingkungan. “Berdasarkan kontrak tersebut, aktifitas penanaman GNH sudah diklaim sebagai kesuksesan program Pertamina Sobat Bumi 2012 sudah melakukan penanaman 25,4 juta di kawasan Kamojang dan hulu sungai Cimanuk dan Citarum untuk dilaporkan ke Menteri BUMN dalam program 1 Milyar pohon,” tegas Wawan.   

GNH juga dibuat bingung oleh Pertamina dalam menyalurkan dana CSR melalui Pertamina Foundation. Parahnya Pertamina melalui Wahyudin Akbar sebagai Sekretaris Yayasan (Pertamina Foundation) dan Direktur Greenlife mencuri konsep, mengelabui, merekayasa, merencanakan bentuk penyelewengan dana CSR Pertamina untuk kepentingan yang tidak pernah bisa dipahami dan keluar dari makna CSR itu sendiri. ***Yana Achbarie
Share this article :

3 komentar:

  1. emang gitu, selalu ada oknum disetiap tujuan baik,...o...Indonesiaku

    BalasHapus
  2. SAYA SUDAH SOSIALISASI, MELENGKAPI DATA ADMINISTRASI PESERTA "MENABUNG POHON", MELENGKAPI FOTOCOPI DATA LAHAN + KEBUTUHAN BIBIT (SENGON), DOKUMENTASI LAHAN DAN PETANI PESERTA, DOKUMENTASI KOORDINAT BATAS-BATAS LAHAN PESERTA DI 16 PEDUKUHAN PADA 1 DESA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DIY TETAPI SETELAH ITU PETUGAS DARI PERTAMINA FOUNDATION / ASOSIASI HUTAN TANAMAN RAKYAT MANDIRI INDONESIA TINGGAL GELANGGANG. SAMPE SEKARANG TAK NAMPAK BATANG HIDUNGNYA.

    BalasHapus

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved