Jakarta, infobreakingnews - Tak heran mengapa tokoh ekponen 66 iyang sejak dulu hingga sekarang sangat komit dengan gaya kritiikannya yang pedas menyerang siapapun yang dianggapnya salah kaprah menyelewengkan kuasa dan jabatan yang sedang diemban. Itulah kepribadian utuh Rizal Ramli yang dikenal sebagai salah satu menteri Jokowi yang paling disukai rakyat karena gaya frontalnya yang mendasar.
Kini Rizal selain menjadi yang populer di media sosial, Menko Maritim Rizal Ramli juga menjadi Menteri yang memiliki citra paling positif di mata publik.
Dari seluruh masyarakat yang membicarakannya, sebanyak 61 persen memperlihatkan sentimen yang positif terhadap Rizal. Sebaliknya, hanya sebanyak 39 persen yang berpikiran negatif terhadap Rizal Ramli
"Sentimen positif ini terutama didorong oleh gaya Koboi Rizal Ramli yang sangat disukai oleh publik," kata peneliti Datalyst, Amanah Ramadiah, Sabtu (28/11).
Kesimpulan tersebut muncul setelah Datalyst yang bekerja sama dengan Indef mengukur tingkat popularitas dan citra kabinet di mata publik. Artinya, kesimpulan yang muncul merupakan ocehan masyarakat di media sosial.
Data yang digunakan dalam melakukan analisis, popularitas dan sentimen pada menteri diambil dari Twitter sejak reshuffle pertama Kabinet Kerja dilakukan. Yaitu sepanjang 12 Agustus hingga 13 November 2015.
Namun demikian, dari ocehan netizen, perselisihan yang terjadi antara Rizal Ramli dengan Jusuf Kalla maupun beberapa menteri lainnya, juga telah memberikan citra yang negatif terhadap Rizal.
Selain Rizal Ramli, menteri yang memiliki citra positif (secara berurut) adalah Menteri Susi, Menteri Marwan Jafar, Menteri Sudirman Said, dan Menteri Agama Lukman Saifuddin.
Hasil analisis juga menyebutkan, Menteri BUMN Rini Soemarmo memiliki citra yang paling negatif. Netizen menganggap, Menteri Rini tersandung isu Pelindo, Kereta Cepat, dan PMN.
"Publik memandang negatif Menteri Rini oleh karena isu-isu tersebut," kata wanita yang akrab disapa Ami tersebut.
Selain Rini Soemarno, menteri yang memiliki citra negatif adalah Menkeu, Menko Ekonomi, Menhan, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas serta Menkumham.
"Hanya terdapat enam menteri di Kabinet Kerja yang dipandang negatif oleh publik. Artinya, secara umum publik memandang positif para menteri di Kabinet kerja," ujarnya.
Datalyst bekerja sama dengan Indef mengukur tingkat popularitas dan citra kabinet di mata publik.
Data yang digunakan dalam melakukan analisis, popularitas dan sentimen pada menteri diambil dari twitter sejak reshuffle pertama Kabinet Kerja dilakukan. Yaitu sepanjang 12 Agustus hingga 13 November 2015.
Hasilnya, sepanjang Agustus hingga November 2015 Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli adalah Menteri yang Paling Populer (banyak dibicarakan oleh netizen).
"Terdapat 195 ribu tweet yang membicarakan tentang Rizal Ramli," kata peneliti Datalyst Amanah Ramadiah kepada infobreakingnews.com, di Kantor Indef, Sabtu (28/11), di Jakarta.
Dijelaskan, popularitas yang tinggi diikuti oleh Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti (133 ribu tweet), Menteri ESDM Sudirman Said (116 ribu tweet), Menteri BUMN Rini Soemarmo (101 ribu tweet) dan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar (87 ribu tweet).
Dari hasil analisis, menteri yang kurang populer adalah Mensesneg Pratikno (3 ribu tweet), Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga (9 ribu tweet), Menteri PP dan PA Yohana Yembise (10 ribu tweet), Menkumham Yasonna Laody (13 ribu tweet), dan Menteri Kesehatan Nina Moeloek (14 ribu tweet).
Bisa saja kepopuleran seorang menteri dapat disebabkan oleh dua hal. Yaitu, menteri tersebut memiliki citra positif atau sebaliknya dia memiliki citra yang negatif di mata masyarakat,namun bagi Rizal adalah sangat istimewa karena masyarakat menyukainya karena memiliki keberanian dan kejujuran. *** Candra Wibawanti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar