Washington, infobreakingnews - Dukungan terhadap kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, turun drastis sebanyak 12 basis point hanya dalam waktu kurang dari sepekan, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Ini merupakan penuruan terbesar yang dialami Trump sejak dia memuncaki daftar kandidat Republik Juli lalu menurut survei yang sama. Padahal banyak pengamat menduga bahwa Trump akan sangat banyak menghabiskan biaya kampanye berkisar seratus triluyun rupiah,dan dipastikan tidak akan bisa mendapatkan suara terbesar untuk duduk sebagai Presiden Amerika yang disegani dunia.
Trump masih berada di posisi teratas dengan dukungan 31% pada jajak pendapat yang diumumkan Jumat (27/11), namun angka itu turun dari 43% pada 22 November.Penurunan ini terjadi sejak munculnya banyak kritikan atas berbagai komentar Trump usai serangan 13 November di Paris yang menewaskan 130 orang.
Usia serangan itu, Trump mengatakan ke infobreakingnews.com, dan sejumlah media berskala dunia bahwa dia mendukung ide agar semua warga Muslim di Amerika dimasukkan ke daftar dalam database khusus. Para pengkritik mengatakan ide seperti ini mirip dengan pendataan wajib kaum Yahudi di era Nazi Jerman.
Trump juga dikritik karena membuat gerakan tangan menghina, ketika dia mengolok-olok wartawan senior New York Times, Serge Kovaleski, yang difabel.
Trump menyerang reporter kawakan itu dalam kampanye ketika dia mempertahankan pendapatnya bahwa dalam serangan teroris 11 September 2001 dia menyaksikan di TV ada ribuan warga di New Jersey yang merayakan dengan gembira saat menara kembar World Trade Center jatuh.
Dia menggunakan artikel Kovaleski yang ketika itu bekerja di Washington Post sebagai bukti, namun si wartawan menukas bahwa dia sama sekali tidak menyebut ribuan, atau bahkan ratusan. Namun bukan hanya Trump yang mengalami penurunan dukungan dalam jajak pendapat ini.
Peringkat dua, Ben Carson, juga kehilangan dukungan menjadi hanya 15% atau setengah dari dukungan terhadap Trump. Pada akhir Oktober lalu, Carson membuntuti Trump dengan selisih hanya 6 basis point.
Di belakang Carson adalah Senator Florida Marco Rubio dan Senator Texas Ted Cruz masing-masing 8%. Setelah itu Gubernur Florida Jeb Bush dengan 7%.
Di Indonesia sendiri, Trump yang capres Amerika paling terkaya ini, tidak terlalu dikenal baik apalagi memiliki peluang menduduki Gedung Putih, sekalipun skandal hujatan menyangkut diri Trump pernah menjadi heboh beberapa waktu karena sempat ingin didukung oleh dua petinggi DPR RI, Setya Novanto dan Fadli Zon. dimana kunjungan mereka ke negara Paman Sam itu sempat menjadi ejekan terpaling sinis publik dimedia. *** Novie Koesdarman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar