Headlines News :
Home » » Kasus YTR Terungkap: Diduga Disekap dan Dianiaya Kekasih hingga Alami Kebutaan

Kasus YTR Terungkap: Diduga Disekap dan Dianiaya Kekasih hingga Alami Kebutaan

Written By Info Breaking News on Selasa, 23 Juni 2026 | 09.26


Bandung, Info Breaking News
- Kasus KDRT berat yang sanggup dilakukan seorang suami terhadap isterinya secara brutal dan berulang kali,bisa terjadi dari seorang anak yang broken home akibat melihat kekerasan didalam keluarga,potret keluarga yang retak, bekas guratan tajam yang pernah terekam jiwa nya saat ibunya dipukuli oleh bapaknya dimasa remaja,akan menjadikan anak psikopat bahkan menjadi NFD, apalagi jika sang anak bergaul salah diluar rumah dan dikecewakan saat jatuh cinta pertama.

Dan kasus penyekapan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah didalami Polda Jawa Barat. Korban diduga mengalami kekerasan selama kurang lebih tiga tahun hingga mengalami luka berat dan kehilangan penglihatan.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga menerima pesan dari orang tak dikenal yang mengabarkan keberadaan korban di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kasus Terungkap dari Pesan WhatsApp Misterius

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan keluarga segera mendatangi rumah sakit usai menerima informasi tersebut dan menemukan korban dalam kondisi memprihatinkan.

"Setelah menerima informasi tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi rumah sakit dan mendapati korban dalam kondisi luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka ringan di tangan," kata Hendra, Rabu (17/6/2026).

Polisi menyebut keluarga sebelumnya tidak mengetahui keberadaan korban selama kurang lebih tiga tahun.

Diduga Dianiaya Berulang Kali Selama Tiga Tahun

Menurut Hendra, korban diduga mengalami tindak kekerasan berulang dengan berbagai cara selama menghilang dari keluarganya.

"Diduga korban mengalami kekerasan menggunakan tangan, benda tumpul, hingga senjata tajam, serta kehilangan sejumlah barang berharga," ungkapnya.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, korban mengalami kondisi fisik yang serius, mulai dari gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, tidak mampu berjalan, hingga mengalami kerugian materi mencapai sekitar Rp 52 juta.

Adik korban, Syahrul Ulum (26), menduga pelaku adalah pria berinisial TH (30) yang diketahui merupakan kekasih korban. Menurutnya, korban mengenal TH pada 2023 di sebuah konser musik dan sempat memperkenalkannya kepada keluarga.

Namun setelah itu, korban mendadak menghilang dan komunikasi dengan keluarga menjadi sangat terbatas.

"Kaget aja, setahu keluarga kan teteh itu kerja di Jakarta. Jadi kita ini selama tiga tahun teh dikelabui sama si pelaku. Jadi teteh selama tiga tahun menghilang itu enggak boleh pegang HP," ucap Syahrul.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat korban mulai sadar di rumah sakit, korban sempat mengaku mengalami kekerasan menggunakan benda tumpul dan benda tajam.

Pelaku Masih Berkeliaran

Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari mengatakan penyidik masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

"Masih proses (pengejaran)," kata Rumi.

Terkait perkembangan kasus, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami perkara tersebut.

"Masih pendalaman (perkembangan kasus)," ujarnya.

Korban Alami Kebutaan dan Trauma Psikologis

Polda Jabar mengungkapkan korban mengalami luka berat pada bagian wajah dan mata. Berdasarkan hasil visum, korban mengalami kebutaan pada kedua mata.

"Yang pasti kedua matanya berdasarkan hasil visum sudah mengalami kebutaan, itu yang paling parah. Kemudian enam gigi depan bagian atas rontok dan bibir korban sudah sumbing," kata Hendra.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Siska Gerfianti menyebut kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan meski komunikasi masih terbatas.

"Sudah (bisa berkomunikasi) tapi tidak banyak ya," tutur Siska.

Ia mengatakan korban juga menjalani pendampingan psikologis dan konsultasi dengan dokter psikiatri karena masih mengalami trauma.

"Dokter psikiatri telah dikonsulkan dan memang telah berkonsultasi, sudah, jadi dirawat dengan psikiatri," katanya.

Selain itu, tim medis membuka kemungkinan dilakukannya operasi bedah plastik rekonstruktif sebagai bagian dari proses pemulihan korban.

"Kalau dengan kemajuan teknologi ilmu kedokteran, bisa, ya, nanti bedah plastik rekonstruktif namanya. Tapi mungkin perlu waktu dan tidak langsung sekali operasi," katanya.

Keluarga Minta Pelaku Segera Diadili

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman berat agar kejadian serupa tidak menimpa korban lain.

"Kalau dari pihak keluarga pengennya usut tuntas, sampai dapat lah pelakunya, takutnya ada korban selanjutnya gitu. Hukum seberat-beratnya," kata Syahrul. ***Mia / Emil Simatupang.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved